Penulisan angka sesuai eyd– EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah aturan resmi penulisan bahasa Indonesia yang mencakup tata cara penggunaan huruf, penulisan kata, penulisan angka, tanda baca, serta penulisan unsur serapan.
EYD ditetapkan pertama kali pada 1972 oleh Pemerintah Indonesia sebagai penyempurnaan dari Ejaan Republik (1947) dan Ejaan Soewandi (1947–1972).
Tujuan EYD
- Menyeragamkan tata cara penulisan bahasa Indonesia.
- Memudahkan masyarakat dalam membaca dan menulis.
- Menjadi pedoman resmi di bidang pendidikan, pemerintahan, media, dan penerbitan.
Ruang Lingkup EYD
- Pemakaian Huruf
- Huruf kapital (contoh: Indonesia, Jakarta, Ibu Ani).
- Huruf miring (contoh: majalah, istilah asing).
- Huruf tebal (untuk penekanan).
- Penulisan Kata
- Kata dasar: ditulis sesuai ejaan → buku, rumah.
- Kata turunan: berjalan, memakan, pelajar.
- Kata ulang: berjalan-jalan, anak-anak.
- Gabungan kata: rumah sakit, orang tua.
- Penulisan Unsur Serapan
- Kata asing diserap dengan penyesuaian → televisi (dari television), aktivitas (dari activity).
- Penulisan Angka dan Bilangan
- Bilangan satu sampai sepuluh → huruf.
- Bilangan lebih dari sepuluh → angka.
- Tahun selalu dengan angka.
- Pemakaian Tanda Baca
- Titik (.), koma (,), tanda tanya (?), tanda seru (!), titik dua (:), tanda hubung (-), tanda petik (“…”), tanda kurung (()).
Perkembangan EYD
- Tahun 1972 → EYD ditetapkan.
- Tahun 1988 → ada penyempurnaan kecil.
- Tahun 2009 → lahir EYD yang Disempurnakan.
- Tahun 2015 → diganti dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), yang masih berlaku sampai sekarang.
Penulisan angka sesuai eyd- Penulisan angka adalah tata cara menuliskan bilangan dalam bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah EYD (Ejaan yang Disempurnakan) agar seragam, jelas, dan mudah dipahami.
Intinya, penulisan angka dalam EYD memiliki aturan khusus, antara lain:
- Bilangan 1–10 ditulis dengan huruf
- Contoh: satu, dua, tiga, sepuluh.
- Kecuali dalam tabel, statistik, rumus, atau dokumen teknis → boleh pakai angka (1, 2, 3).
- Bilangan lebih dari 10 ditulis dengan angka
- Contoh: 25 siswa, 300 orang.
- Bilangan di awal kalimat ditulis dengan huruf
- Contoh: Dua belas siswa mendapat penghargaan.
- (Bukan: 12 siswa mendapat penghargaan.)
- Bilangan tingkat (ordinal)
- Ditulis dengan huruf jika kecil → contoh: juara kedua, abad keempat.
- Boleh pakai angka jika besar → contoh: lantai 15, abad 20.
- Tahun ditulis dengan angka
- Contoh: tahun 1945, tahun 2025.
- Tanggal ditulis angka + bulan huruf
- Contoh: 17 Agustus 1945.
- Uang ditulis dengan angka + simbol/satuan
- Contoh: Rp5.000,00 atau Rp2.500.000,00.
- Bilangan pecahan
- Ditulis huruf jika sederhana → setengah, seperempat.
- Ditulis angka jika kompleks → 3/4 liter, 2,5 kg.
- Bilangan besar
- Lebih baik ditulis angka agar mudah dibaca → 2.345.876 jiwa.
Jadi, penulisan angka adalah aturan menulis bilangan dengan angka atau huruf sesuai fungsi, letak, dan konteksnya dalam kalimat menurut kaidah EYD.
Penulisan angka dalam EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) diatur agar seragam dan sesuai kaidah bahasa Indonesia. Berikut pedoman umumnya:
- Penulisan Bilangan
- Bilangan satu sampai dengan sepuluh ditulis dengan huruf, kecuali untuk keperluan khusus (seperti perhitungan matematika, statistik, atau tabel).
- Contoh:
- Saya membeli tiga buku.
- Peserta yang hadir ada sepuluh orang.
- Dalam tabel, tuliskan: 1, 2, 3, …
- Contoh:
- Bilangan lebih dari sepuluh umumnya ditulis dengan angka.
- Contoh:
- Di kelas itu ada 25 siswa.
- Pekerja itu mendapat gaji sebesar 2.500.000 rupiah.
- Contoh:
- Namun, bila bilangan berada di awal kalimat, wajib ditulis dengan huruf.
- Contoh:
- Dua belas siswa mendapat penghargaan. (bukan: 12 siswa mendapat penghargaan)
- Contoh:
- Bilangan Bertingkat (Ordinal)
- Ditulis dengan huruf jika kecil, dengan angka bila besar.
- Contoh:
- Dia mendapat juara kedua.
- Gedung itu berada di lantai 15.
- Contoh:
- Penulisan Tahun
- Tahun selalu ditulis dengan angka.
- Contoh: tahun 1945, tahun 2025.
- Penulisan Tanggal dan Bulan
- Tanggal ditulis dengan angka, bulan dengan huruf.
- Contoh: 17 Agustus 1945.
- Jika seluruhnya ditulis dengan huruf, maka semua harus konsisten.
- Contoh: Tujuh belas Agustus seribu sembilan ratus empat puluh lima.
- Penulisan Uang
- Ditulis dengan angka dan diikuti satuan mata uang.
- Contoh: Rp5.000,00 atau Rp2.500.000,00.
- Penulisan Bilangan Pecahan
- Bilangan pecahan ditulis dengan huruf jika sederhana, angka jika kompleks.
- Contoh:
- Setengah gelas air.
- 3/4 liter minyak.
- Contoh:
- Penulisan Angka Besar
- Angka yang panjang lebih baik ditulis dengan angka, bukan huruf, agar lebih jelas.
- Contoh: Penduduk kota itu berjumlah 2.345.876 jiwa.
Intinya, angka kecil (1–10) ditulis huruf, angka besar (≥11) ditulis angka, angka di awal kalimat ditulis huruf, dan ada kekhususan untuk tahun, tanggal, uang, serta pecahan.
Demikianlah teman-teman semoga penjelasan yang mimin bagikan tentang penulisan angka sesuai eyd dapat memberi manfaat bagi teman-teman semuanya ya.